Apa itu Demokrasi Presidensial dan Parlementer ?

Loading...
 
Di dalam pemerintahan yang demokratis biasanya sistem yang diikuti adalah demokrasi presidensial ataupun juga demokrasi parlementer. Di negara-negara demokratis di dunia, lebih banyak yang mengikuti demokrasi parlementer dibandingkan dengan demokrasi presidensial.

 
Menurut Austin Ranney di dunia ini hanya 15 negara yang mengikuti demokrasi presidensial, yang mengikuti sistem demokrasi parlementer ada 110 negara. Selain itu ada juga yang mengikuti demokrasi presidensial akan tetapi peranan parlemennya juga sangat menonjol seperti demokrasi parlementer.
 
Sistem pemerintahan yang menganut demokrasi presidensial adalah menekankan kekuasaan itu ada pada presiden yang memimpin pemerintahan, sepertian yang berlaku di Indonesia yang menganut demokrasi presidensial. Presiden sebagai kepala pemerintahan eksekutif tidak harus bertanggung jawab kepada dewan, pemerintahan harus memberikan hak jawab atas pertanyaan dari dewan.
 
Sistem demokrasi parlementer pernah juga dipakai di Indonesia. Di dalam sistem ini DPR mempunyai kekuasaan untuk meminta pertanggungjawaban presiden mengenai seluk beluk pemerintahan yang dipimpinnya. Pemerintahan bisa jatuh sewaktu-waktu oleh dewan. Para menteri yang diangkat untuk membantu presiden atau perdana menteri di kabinetnya sebagian besar berasal dari partai politik yang ada di dewan dan harus dimintai persetujuan ke dewan sebelum menjabat. DI negara-negara lain seringkali kantor menteri anggota kabinet tidak mesti harus di departemennya melainkan berada di gedung DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).
 

Sistem pemerintahan yang menganut demokrasi presidensial akan tetapi juga semi parlementer, seperti di Amerika Serikat. Presiden tidak diangkat dan bertanggungjawab kepada kongres DPR, akan tetapi dipilih secara langsung oleh rakyatnya. Dalam demokrasi presidensial para menteri di kabinet presiden sebagian besar diminta persetujuannya ke Kongres. Bahkan dari Kongres ini bisa melakukan tuduhan (impeachment) kepada presiden jika presiden melakukan kesalahan yang fatal.

 
Pemerintahan di Amerika serikat merupakan suatu pemerintahan yang tertua yang mendasarkan pada pemisahan kekuasaan. Selanjutnya ada sejumlah negara di Amerika latin yang mempunyai kedekatan mengikuti sistem pemerintahan Amerika serikat tersebut. Negara-negara itu antara lain Argentina, Brazil, Colombia, Costa Rica dan Mexico.

Ranney mengatakan bahwa pada tahun 1993 di Brazil pernah diselenggarakan referendum nasional yang mengusulkan apakah negaranya tetap menggunakan demokrasi presidensial atau beralih ke demokrasi parlementer. Hasilnya rakyat Brazil yang memilih ke demokrasi parlementer hanya 39%. Sisanya sebanyak 61% tetap mempertahankan sistem demokrasi presidensial. Finlandia dan Prancis juga mengikuti sistem demokrasi presidensial, akan tetapi berbeda dalam beberapa aspek dengan sistem yang dipergunakan oleh Amerika serikat.
 
Sisa dari negara -negara yang disebutkan di atas semuanya mengikuti sistem demokrasi parlementer, termasuk diantaranya Inggrs raya, negara-negara di Eropa barat seperti Skandinavia, negara-negara non Eropa seperti Jepang dan India. Hampir semua negara-negara republik bentukan Uni Soviet dahulu, sekarang sedang mencari sistem pemerintahan yang cocok bagi masing-masing negaranya. Sebagian besar dari mereka nampaknya pada sekitar pertengahan tahun 1990 memilih sistem demokrasi presidensial yang lebih dekat ke Perancis ketimbang ke Amerika serikat.
 
Sistem demokrasi parlementer mendasarkan pada kekuasaan partai – partai politik yang berada di DPR (Dewan Perwakilan Rakyat). Sistem kepartaian di suatu negara ada yang mengikuti banyak partai, ada yang dua artai dan ada pula yang lebih dari dua partai. Pemerintahan yang dihasilkan oleh sistem politik multi partai ini diperkirakan tidak akan ada lagi mayoritas tunggal (single majority) yang menguasai pemerintahan, kecuali mayoritas tunggal (single majority) yang didukung oleh koalisi atau gotong-royong di antara beberapa partai politik merupakan model yang seringkali terjadi.
 
Sekian mengenai demokrasi presidensial dan demokrasi parlementer, semoga tulisan saya mengenai demokrasi presidensial dan demokrasi parlementer dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan apa itu Demokrasi Presidensial dan Demokrasi Parlementer :

– Miftah Thoha, 2011. Birokrasi Politik di Indonesia. Penerbit PT Raja Grafindo Persada : Jakarta.
Gambar Demokrasi Presidensial dan Demokrasi Parlementer
Gambar Demokrasi Presidensial dan Demokrasi Parlementer