. Pengertian dan Jenis Sosialisasi Menurut Pakar | Pengertian Pakar
Loading...

Pengertian dan Jenis Sosialisasi Menurut Pakar

Pengertian Pakar
 
Sosialisasi adalah hubungan yang terjadi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok individu dan juga kelompok yang satu dengan kelompok lainnya.
 
Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, Pengertian Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati (mendarahdagingkan) norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah “diri” yang unik.
 
Menurut David B. Brinkerhoft dan Lynn K. White, Pengertian Sosialisasi ialah suatu proses belajar peran, nilai dan status yang diperlukan untuk berpartisipasi di dalam institusi sosial.
 
James W. Vander Zanden mengemukakan pengertian Sosialisasi, Sosialisasi merupakan suatu proses interaksi sosial dengan mana orang memperoleh pengetahuan, nilai, sikap dan perilaku yang esensial untuk berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat.
 
Dari ketiga pengertian sosialisasi yang diungkapkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat dua hal penting dalam suatu proses sosialisasi. Pertama, tentang proses yaitu suatu transmisi pengetahuan, nilai, norma, sikap dan perilaku yang esensial. Kedua, tentang tujuan yaitu sesuatu yang diperlukan untuk mampu berpartisipasi efektif dalam masyarakat.
 

| Jenis Jenis Sosialisasi |

Berbicara mengenai jenis jenis sosialisasi, maka jenis jenis sosialisasi ada 3, yaitu :
 
1. Jenis Sosialisasi Berdasarkan Kebutuhan
Berdasarkan kebutuhan, sosialisasi diklasifikasikan atas sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer menunjuk pada suatu proses dimana melaluinya seorang anak manusia mempelajari atau menerima pengetahuan, nilai, norma, sikap, perilaku esensial dan harapan agar mampu berpartisipasi efektif dalam masyarakat dan menjadi masyarakat. Sosialisasi primer merupakan kebutuhan sosial primer bagi anak manusia karena apabila mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan sosial primer ini, maka mereka akan mengalami “kelumpuhan” berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Adapun Sosialisasi sekunder menurut Berger dan Luckman, Sosialisasi sekunder adalah setiap proses selanjutnya yang mengimbas individu yang telah diisolasikan itu ke dalam sektor-sektor baru dari dunia objektif masyarakatnya. Sosialisasi sekunder dalam masyarakat dikenal sebagai resosialisasi. Resosialisasi secara harfiah berarti sosialisasi kembali yaitu suatu proses mempelajari norma, nilai, sikap dan juga perilaku baru agar sebanding dengan situasi baru yang mereka hadapi dalam kehidupan. Henslin mengatakan bahwa resosialisasi terjadi setiap kita mempelajari sesuatu yang berbeda, bahkan bisa bertentangan dengan kondisi awal. Sebagian besar resosialisasi bersifat lembut, dengan hanya melibatkan modifikasi kecil pada hal-hal yang telah dipelajari. Namun juga bersifat sangat kuat.
Resosialisasi dapat terjadi dalam bentuk sosialisasi antisepatoris, yaitu sosialisasi yang terjadi bagi orang yang akan memainkan suatu peran baru. Belajar memainkan peran sebelum memegang peranan ini terjadi dalam berbagai aktivitas masyarakat, misalnya magang dalam suatu jabatan sebelum seseorang benar-benar menduduki jabatan ini atau menjalani masa uji coba sebelum diterima sebagai pegawai tetap.

2. Jenis Sosialisasi Berdasarkan Cara yang Dipakai

Menurut Kamanto Sunarto jenis sosialisasi berdasarkan cara yang digunakan dapat berlangsung dalam dua bentuk. Pertama, Sosialisasi Represif yaitu sosialisasi yang menekankan pada kepatuhan anak dan penghukuman terhadap perilaku yang dinilai buruk. Kedua, Sosialisasi partisipasif ialah sosialisasi yang menekankan pada otonomi anak dan memberikan imbalan terhadap perilaku anak yang baik.
Pola sosialisasi berdasarkan cara yang digunakan secara berbeda ini akan memengaruhi anak dalam tingkat kemandirian, kepemimpinan dan pada kemampuan dia untuk bekerja dengan orang lain. Sosialisasi partisipatif akan menghasilkan anak yang lebih mandiri, memiliki kemampuan memimpin dan bekerja sama yang lebih baik dibandingkan pola sosialisasi represif.
 
3. Jenis Sosialisasi Berdasarkan Keberadaan Perencanaan
Bila sosialisasi dilihat berdasarkan keberadaan perencanaannya, maka sosialisasi dapat mengambil bentuk sosialisasi berdasarkan perencanaan dan tanpa perencanaan. Sosialisasi berdasarkan perencanaan ialah sosialisasi yang dilakukan atas dasar rencana yang berkelanjutan dan sistematis. Jenis sosialisasi berdasarkan perencanaan dapat ditemukan dalam dunia pendidikan formal seperti sekolah dan perguruan tinggi serta pendidikan nonformal seperti kursus dan pelatihan. Dalam sosialisasi berdasarkan perencanaan, dari semua tujuan pembelajaran, proses, materi dan penilaian telah dikonstruksi secara matang. Karena semuanya telah dikonstruksi secara matang, maka semuanya terukur, dapat dievaluasi dan dapat dimonitor.
Adapun sosialisasi tanpa perencanaan terjadi dalam proses interaksi yang terjadi dalam masyarakat, misalnya dalam kelompok teman sebaya, keluarga atau lingkungannya. Sosialisasi tanpa perencanaan dilakukan melalui sikap, perilaku dan struktur aktual dari orang tua atau anggota senior dari masyarakat.
 
Sekian mengenai pengertian sosialisasi dan jenis jenis sosialisas, semoga tulisan saya mengenai pengertian sosialisasi dan jenis jenis sosialisasi dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Sosialisasi dan Jenis Jenis Sosialisasi :

– Damsar, 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Penerbit Kencana Prena Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian Sosialisasi dan Jenis Jenis Sosialisasi

Gambar Pengertian Sosialisasi dan Jenis Jenis Sosialisasi

 
Pengertian dan Jenis Sosialisasi Menurut Pakar | utsman ali |