. Pengertian, Manfaat dan Sejarah Pasar Modal di Indonesia | Pengertian Pakar

Pengertian, Manfaat dan Sejarah Pasar Modal di Indonesia

Pengertian Pakar
 
Pasar modal menurut Subagyo sama seperti pasar pada umumnya, yaitu tempat bertemunya antara pihak penjual dan pihak pembeli. Produk yang diperjualbelikan di pasar modal adalah hak (kepemilikan) perusahaan dan surat pernyataan utang perusahaan.
 
Menurut Tjipto Darmadji, Pengertian Pasar Modal adalah suatu tempat untuk memperjuabelikan babagai jenis instrument keuangan yang berjangka panjang, baik itu berbentuk hutang maupun modal sendiri.
 
Menurut Jordan dan John Downers, Pengertian Pasar Modal ialah suatu pasar yang memperjualbelikan dana modal yang berupa hutang dan ekusitas.
 
Dahlan Slamat mengatakan bahwa pengertian pasar modal dapat didefinisikan dalam dua arti, yaitu pasar modal dalam arti luas dan pasar modal dalam arti sempit.
Pengertian Pasar Modal dalam arti sempit merupakan suatu tempat yang telah terorganisir dalam memperdagangkan efek-efek atau biasa disebut dengan bursa efek.
Pengertian Pasar Modal dalam arti luas adalah pasar abstrak atau konkret yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka satu tahun keatas.
 
Pengertian Pasar Modal menurut Sri Susilo adalah suatu pasar yang konkret guna menyimpan dana jangka panjang.
 
Pengertian Pasar Modal tercantum dalam UU Pasar Modal, Pasar Modal merupakan kegiatan yang berkaitan dengan penawaran umum dan perdagangan efek perusahaan publik, dimana berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta profesi dan lembaga yang berkaitan dengan efek.
 
Pengertian Pasar Modal menurut Kamus Besar Bahasa Indenesia, Pasar Modal ialah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan atau sebagai aktivitas dalam memperjualbelikan surat-surat berharga.
 
Dari pengertian pasar modal di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pasar Modal adalah tempat bertemunya pemilik dana (supplier of fund) dengan pengguna dana (user of fund) dan tujuan dari pasar modal ini untuk investasi jangka menengah dan panjang. Kedua pihak melakukan jual beli modal yang berwujud efek. Dalam hal ini pemilik dana menyerahkan sejumlah dana dan penerima dana (perusahaan terbuka) menyerahkan surat bukti kepemilikan berupa efek.
 
Pasar modal merupakan bagian dari pasar keuangan. Pasar keuangan ini meliputi kegiatan :
(1) pasar uang (money market),
(2) Pasar modal (capital market),
(3) Lembaga pembiayaan lainnya seperti halnya sewa beli (leasing), anjak piutang (factoring), modal ventura (ventura capital), kartu kredit.
Fungsi pasar keuangan yaitu menyediakan mekanisme untuk menentukan harga aset keuangan, membuat aset keuangan yang lebih likuid dan peralihan aset mengalami pengurangan biaya. Jadi, pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (financial market). Secara sederhana pasar modal dapat didefinisikan sebagai pasar yang memperjualbelikan berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang, dalam hal ini baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri yang diterbitkan oleh perusahaan swasta.

| Manfaat Pasar Modal |

Berbicara mengenai manfaat pasar modal, maka pasar modal bermanfaat untuk :
(1) Manfaat pasar modal yang pertama, perusahaan mempunyai tambahan sumber pembiayaan.
(2) Manfaat pasar modal yang kedua, pembiayaan yang didapatkan oleh perusahaan melalui lembaga keuangan non-securities dapat dialokasikan menurut tingkat kesehatan dan potensi pertumbuhan perusahaan.
(3) Manfaat pasar modal yang ketiga, perusahaan dan penabung akan mempunyai lebih banyak pilihan sumber pembiayaan dan investasi.
(4) Manfaat pasar modal yang terakhir, lembaga keuangan menyadari arti penting yang dapat mereka berikan kepada masyarakat melalui pasar modal.
 

| Sejarah Pasar Modal di Indonesia |

Sejarah pasar modal di Indonesia dimulai pada zaman VOC yang berlanjut sampai masa kini. Setelah mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia melakukan pembangunan di berbagai bidang. Pemerinta Indonesia pada masa orde lama berkonsentrasi pada pembangunan secara lebih sistematis sejak akhir 1960. Kenyataan yang dihadapi pemerintah saat itu adalah keperluan dana yang sangatlah besar, sehingga pihak pemerintah mengupayakan penghimpunan dana untuk pembangunan dengan berbagai cara, terutama melalui pinjaman dari negara-negara Eropa. Namun bagi pemerintah pinjaman luar negeri bukan cara yang strategis untuk membiayai pembangunan, sehingga potensi dana masyarakat Indonesia harus bisa dioptimalkan dalam mempergunakannya. Untuk itu dibentuk pasar modal yang dimaksudkan sebagai wadah untuk memenuhi kebutuhan pembiataan pembangunan. Pasar modal memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan di Indonesia, karena pasar modal berpotensi untuk menghimpun dana secara masif sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbesar volume kegiatan pembangunan.
 
Segenap upaya yang dilakukan pemerintah untuk memasyarakatkan pasar modal, agar masyarakat mau berinvestasi di pasar modal dengan membeli sejumlah efek dari perusahaan-perusahaan tersebut. Kepemilikan efek perusahaan-perusahaan oleh masyarakat ternyata memberi harapan dan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan sebagai dampak positif dari kinerja perusahaan.
 
Sejarah pasar modal di Indonesia mengalami pasang surut, bahkan pada tahun 1956 pemerintah sempat membekukan kegiatan pasar modal karena perang dunia 1 dan 2. Pasar modal baru dibuka kembali pada tahun 1977 setelah pencanangan orde pembangunan. Seiring dengan cepatnya pemerintah dalam melakukan pembangunan, keberadaan pasar modal semakin dirasakan sebagai suatu kebutuhan. Pertumbuhan yang tadinya diperkirakan akan terus meningkat dianggap sebagai momentum yang tepat untuk mengaktifkan kembali pasar modal. Dengan diaktifkan kembali pasar modal diharapkan mampu menggerakkan potensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan sekaligus menciptakan pemerataan terhadap pendapatan dan demokratisasi ekonomi. Pasar modal mulai mencapai perkembangan puncaknya pada awal tahun 1990, dimana tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi membuka peluang bagi perusahaan untuk mendapatkan dana selain melalui kredit perbankan.
 
Dalam sejarah pasar modal, Pertumbuhan dan perkembangan pasar modal yang marak berakhir pada tahun 1997, karena bencana krisis moneter yang terjadi. Krisis hebat di bidang moneter memukul industri jasa keuangan yang kemudian merambat ke sektor riil. Nilai saham-saham perusahaan turun drastis. Akibatnya pasar modal Indonesia mengalami koreksi hebat dalam menyesuaikan diri dengan krisis. Perkembangan pasar modal pada saat krisis menunjukkan adanya penurunan jumlah emitmen yang layak tampil di papan utama bursa, harga saham anjlok, indeks harga saham turun terus, investor asing berkurang, perusahaan sekuritas asing pergi. Sektor riil tak mampu bertahan, nilai saham perusahaan-perusahaan terbuka turun drastis.
 
Dari tahun ke tahun pemerintah terus mendorong peningkatan kemajuan pasar modal yang modern dan setara dengan yang ada di negara-negara lain. Keseriusan itu ditunjukkan pemerintah Indonesia melalui perumusan GBHN. GBHN mengamanatkan kepada penyelenggara negara untuk mengembangkan pasar modal yang sehat, transparan dan efisien. Selain itu, pemerintah berupaya untuk mengembalikan perekonomian Indonesia yang terpuruk oleh krisis yang berkepanjangan. Pemerintah mengambil langkah dengan melakukan penyehatan sektor perbankan, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum. Kemudian badan usaha milik swasta yang menyerap dana pemerintah diambil alih pengelolaannya oleh pemerintah. Perusahaan swasta yang diambil ali pemerintah, BUMN dan BUMD didorong utnuk melakukan privatisasi melalui pasar modal.
 
Pada tahun 2004 sampai saat ini Indonesia belum lagi kembali mencapai tingkat pertumbuhan seperti pada masa sebelum krisis, tetapi bergerak menuju pemulihan. Bisa dikatakan saat ini perekonomian Indonesia sudah relatif lebih stabil setelah melakukan berbagai penyesuaian, koreksi dan perbaikan. Bagi pasar modal keadaan ini sudah jauh lebih baik. Harga dan indeks saham telah terkoreksi secara signifikan dan mantap pada kondisi yang baru ini. Kini pasar modal mulai mampu menapakkan jejaknya secara lebih kokoh.
 
Sekian pembahasan mengenai pengertian pasar modal dan sejarah pasar modal, semoga tulisan saya mengenai pengertian pasar modal dan sejarah pasar modal dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Pasar Modal dan Sejarah Pasar Modal :

– M. Irsan Nasaruddin, Ivan Yustiavandana dan Arman Nefi, 2004. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia. Penerbit Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian Pasar Modal, Manfaat Pasar Modal dan Sejarah Pasar Modal

Gambar Pengertian Pasar Modal, Manfaat Pasar Modal dan Sejarah Pasar Modal

 
Pengertian, Manfaat dan Sejarah Pasar Modal di Indonesia | utsman ali |