Pengertian Stereotip

Loading...
 

Pengertian Stereotip adalah cara pandang terhadap suatu kelompok sosial dimana cara pandang tersebut digunakan pada setiap kelompok tersebut. Kita memperoleh informasi dari pihak kedua maupun media, sehingga kita cenderung untuk menyesuaikan informasi tersebut agar sesuai dengan pemikiran kita. Ini sudah merupakan pembentukan stereotip. Stereotip bisa berkaitan dengan hal positif atau hal negatif, stereotip bisa benar juga bisa salah, stereotip bisa berkaitan dengan individu atau subkelompok.

Contoh Stereotip sebagai berikut :
– Orang gemuk biasanya malas dan rakus.
– Orang arab teroris.
– Aparat keamanan selalu saja bisa disogok dengan uang.
 
Stereotip juga digunakan oleh manusia sebagai bagian dari mekanisme pertahanan diri (sel-defense mecehanism) untuk menyembunyikan keterbatasan kita atau untuk membenarkan perasaan kita yang rapuh mengenai superioritas. Sebagai contoh, stereotip negatif mengenai orang Amerika kulit hitam sebenarnya bersumber pada justifikasi perbudakan orang Amerika kulit putih terhadap orang kulit hitam.
 
Stereotip dapat membawa ketidakadilan sosial bagi mereka yang menjadi korban, dan jika ini terjadi akan memunculkan pertanyaan terkait etnisitas. Stereotip terkadang juga melebihi pertanyaan seputar keadilan sosial Hal ini berkaitan dengan tendensi yang mengaitkan antara stereotip dengan persoalan yang bersifat visibel seperti prejudice mengenai kelamin, ras dan etnis.
 
Ada beberapa kondisi dimana stereotip merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan, yaitu :
1. Manusia butuh sesuatu unutk menyederhanakan realitas kehidupan yang bersifat kompleks.
2. Manusia butuh sesuatu untuk menghilangkan rasa cemas ketika berhadapan dengan sesuatu hal yang baru, manusia kemudian menggunakan stereotip.
3. Manusia butuh cara yang ekonomis untuk membentuk gambaran dari dunia di sekitarnya.
4. Manusia tidak mungkin mengalami semua kejadian, karenanya menusia mengandalkan informasi dari pihak lain atau media sebagai jendela dunia. Oleh karena itu terjadilah duplikasi stereotip.
 
Menurut Alvin Day, Karena sifat dari manusia yang selalu mencari kesamaan mendasar atas segala sesuatu tersebut menyebabkan stereotip, dalam pandangan komunikasi, bukanlah hal yang mengejutkan jika kemudian stereotip beranak pihak dalam content hiburan dan informasi massal.
 
Dalam sejarahnya, stereotip sendiri merupakan perilaku yang sudah dilakukan oleh manusia sejak zaman purbakala. Namun stereotip sebagai konsep modern baru digagas oleh Walter Lippmann dalam tulisannya yang berjudul “public opinion” yang dipublikasikan pada tahun 1922. Lippmann mengatakan bahwa stereotip adalah cara ekonomis untuk melihat dunia secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan individu tidak dapat sekaligus mengalami dua event yang berbeda dalam tempat yang berbeda yang dapat dilakukan secara bersamaan. Karenanya manusia kemudian bersandar pada testimoni orang lain untuk memperkaya pengetahuannya mengenai lingkungan sekitar. Media memiliki peranan yang sangat penting untuk memberikan pengalaman yang hampir seperti aslinya, sehingga media ini dapat berfungsi sebagai telinga dan mata untuk mengamati alam dimana kita tidak akan bisa mengalaminya secara langsung. Media merupakan suatu katalis (pemercepat) budaya sekaligus pengaruh yang tidak terhindarkan terhadap cara pandang kita akan dunia.
 
Sekian pembahasan mengenai pengertian stereotip, semoga tulisan saya mengenai pengertian stereotip dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Stereotip :

– Muhammad Mufid, 2010. Etika dan Filsafat Komunikasi. Yang Menerbitkan Kencana Prenada Media Group : Jakarta.
Gambar Pengertian Stereotip
Gambar Pengertian stereotip