Pengertian BPJS Kesehatan dan Fasilitasnya

Loading...
Hai Pembaca, Kali ini Pengertian Pakar akan membahas mengenai pengertian BPJS Kesehatan dan fasilitas BPJS Kesehatan.
 
 
BPJS Kesehatan merupakan singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan.
Pengertian BPJS Kesehatan adalah badan usaha milik negara yang diberikan tugas khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil), penerima pensiun PNS dan Polri atau TNI, Veteran, Perintis kemerdekaan; serta keluarganya dan badan usaha lainnya maupun rakyat biasa.
 
 
BPJS Kesehatan mulai beroperasi di Indonesia pada tanggal 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan sebelumnya sudah ada yang dikenal dengan ASKES (Asuransi Kesehatan), yang dikelola langsung oleh PT Askes Indonesia (Persero), namun sesuai dengan ketentuan di dalam UU No. 2 Tahun 2011 mengenai BPJS, PT Askes Indonesia berubah menjadi BPJS Kesehatan sejak mulai diberlakukannya pada tanggal 1 Januari 2014.
 
 
Dalam hal ini setiap WNI (Warga Negara Indonesia) dan WNA (Warga Negara Asing) yang sudah berdiam atau tinggal di Indonesia selama minimal 6 (enam) bulan wajib untuk menjadi anggota BPJS Kesehatan. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang ada pada Pasal 14 UU BPJS. Setiap perusahaan wajib untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai anggota BPJS Kesehatan, sedangkan orang atau keluarga yang tidak bekerja pada perusahaan wajib untuk mendaftarkan diri dan anggota keluarganya pada bPJS. Setiap peserta BPJS Kesehatan ini akan ditarik iuran yang besarnya ditententukan kemudian, sedangkan bagi warga yang kurang mampu, iuran BPJS Kesehatannya akan ditanggung oleh pemerintah melalui program bantuan iuran.
 
 
Peserta BPJS Kesehatan ini tidak hanya wajib bagi pekerja di sektor formal, namun juga untuk pekerja di sektor informal. Pekerja di sektor informal ini wajib mendaftarkan dirinya dan membayar iuran sesuai dengan tingkatan manfaat yang diinginkan. BPJS Kesehatan ini secara universal diharapkan agar dimiliki oleh seluruh warga Indonesia, seperti yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboy : “Kesehatan akan diupayakan untuk menanggung segala jenis penyakit, namun dengan melakukan upaya efisien“.
 
 
Peserta BPJS Kesehatan ini dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Peserta BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) adalah peserta jaminan kesehatan yang ditujukan untuk fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayarkan langsung oleh pemerintah sebagai peserta program BPJS Kesehatan, yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui peraturan pemerintah. Yang berhak untuk ikut serta dalam BPJS Kesehatan PBI ini ialah yang mengalami cacat total tetap dan tidak mampu.
 
2. Peserta BPJS Kesehatan Non PBI (Penerima Bantuan Iuran) adalah peserta jaminan ksesehan yang terdiri dari pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, pekerja upah dan anggota keluarganya, bukan pekerja dan anggota keluarganya.
 
BPJS Kesehatan hanya dapat menanggung paling banyak 5 (lima) anggota keluarga dan apabila peserta yang memiliki anggota keluarga lebih dari 5 (lima) orang termasuk di dalamnya peserta, maka dapat mengikutsertakan anggota keluarga yang lain dengan membayar iuran tambahan.
 
 
 

Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1 sebesar Rp. 80.000

 
Pada awal mulai dibelakukannya tarif BPJS Kesehatan kelas 1 ini hanya berkisar Rp. 59.500, namun setelah 1 April 2016 Presiden Joko Widodo menyetujui untuk menaikkan tarif iuran dari BPJS Kesehatan kelas 1 menjadi Rp. 80.000. Keputusan yang diambil ini didasarkan pada Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016 mengenai perubahan Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 Mengenai Jaminan Sosial.
 
 
Peserta BPJS Kesehatan kelas 1 ini mendapatkan fasilitas terbaik dari rumah sakit atau pun lembaga kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Biasanya mereka yang masuk di dalam kategori BPJS Kelas 1 ini akan memiliki hak kamar kelas 1. Kamar yang disediakan kelas 1 biasanya terdiri dari 2 sampai 4 tempat tidur, yang harus bergabung dengan peserta lain yang sama-sama berasal dari BPJS kesehatan kelas 1.
 
 
Jika peserta BPJS Kesehatan kelas 1 menginginkan kamar perawatan yang jauh lebih baik, mereka diizinkan untuk dirawat ke kamar VIP dengan kondisi tertentu. Biasanya peserta harus mau membayar selisih biaya operasional antara kamar kelas 1 dengan kamar VIP, kalau kesepakatan ini telah disetujui, maka peserta BPJS Kesehatan ini bisa segera untuk dipindahkan.
 
 
Setiap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan biasanya memiliki sebuah aplikasi INA-CBGS. Aplikasi inilah yang akan menghitung biaya operasional yang dibutuhkan seorang pasien hingga sembh. Besaran dari Care Base Groups ini bervariasi. Contohnya : Jika seseorang yang sakit akibat tabrakan membutuhkan biaya sebesar Rp. 4.000.000 sampai sembuh. Kalau terjadi selisih biaya lebih dari biaya yang ditetapkan, pasien diwajibkan untuk mengganti kekurangan tersebut setelah ia sembuh dari sakitnya.
 
 
 

Tarif BPJS Kesehatan Kelas 2 Sebesar Rp. 51.000

 
Peserta BPJS Kesehatan kelas 2 ini tidak jauh berbeda dengan peserta BPJS Kesehatan kelas 1, pada BPJS Kesehatan kelas 2 juga mengalami kenaikan iuran dalam pembayaran setiap bulannya. Jika iuran kelas 1 kenaikannya terjadi sebesar Rp. 20.500.000, maka pada kelas 2 terjadi kenaikan sebesar Rp. 8.500. Pada awal mulanya tarif BPJS Kesehatan Kelas 2 sebesar Rp. 42.500.000 yang kemudian diubah menjadi Rp. 51.000 yang didasarkan pada PP No. 19 Tahun 2013 Mengenai Jaminan Kesehatan.
 
 
Peserta BPJS Kesehatan kelas 2 ini berhak untuk mendapatkan fasilitas satu tingkat di bawah peserta BPJS Kesehatan Kelas 1. Peserta BPJS Kesehatan kelas 2 ini mendapatkan fasilitas dan kamar kelas 2 dengan isi tempat tidur pasien dalam satu ruangan berjumlah 3 sampai dengan 5 buah. Banyaknya tempat tidur dari peserta kelas 2 bisa kurang dan lebih sesuai dengan fasilitas kesehatan yang menauangi peserta.
 
 
Peserta BPJS Kesehatan kelas 2 ini juga memiliki hak untuk meningkatkan fasilitas perawatan dari kelas 2 menjadi kelas 1. Selisih biaya yang berasal dari kelas 1 wajib dibayarkan setelah peserta sembuh. Peserta BPJS Kesehatan kelas 2 yang meningkatkan fasilitasnya menjadi kelas 1 wajib untuk membayar selisih biaya pada perawatan kesehatannya berdasarkan pada aplikasi INA-CBGS. JIka terjadi kelebihan biaya operasional pada perawatan jenis penyakit tertentu, maka peserta BPJS ini harus menutupi biaya tersebut.
 
 
 

Tarif BPJS Kesehatan Kelas 3 Sebesar Rp. 25.000

 
Berdasarkan pada PP No. 19 Tahun 2016 mengenai Perubahan PP no. 12 Tahun 2013 Mengenai Jaminan Kesehatan, iuran peserta BPJS Kesehatan kelas 3 tidak mengalami kenaikan biaya. Peserta BPJS Kesehatan kelas 3 tetap membayar iuran sebesar Rp. 25.000 setiap bulannya. Iuran BPJS Kesehatan kelas 3 ini tidak mengalami kenaikan dengan alasan banyak warga dengan strata ekonomi rendah yang aktif pada zona tersebut.
 
 
Fasilitas kesehatan yang diterima oleh peserta BPJS Kesehatan kelas 3 ini yaitu kamar inap kelas 3 yang satu ruangannya terdiri dari 4 sampai 6 tempat tidur. Semua fasilitas standar kelas 3 akan diterima oleh peserta BPJS Kesehatan kelas 3 tanpa terkecuali. Namun dibeberapa rumah sakit tertentu bisa saja kamar tidurnya lebih banyak, tergantung pada rumah sakit tempat dirawat pasien tersebut.
 
 
Peserta BPJS Kesehatan kelas 3 dapat mengajukan untuk meningkatkan fasilitas kesehatannya menjadi Kelas 2, namun harus bersedia untuk membayar biaya selisih operasional antara kelas 3 dan kelas 2, yang dibayarkan pada hari terakhir perawatan saat pasien dinyatakan sembuh. Tarif INA-CBGS juga diterapkan pada peserta BPJS Kesehatan kelas 3. Mereka diwajibkan untuk membayar selisih dari biaya perawatan yang diterimanya. Jika besaran biaya perawatan kurang dari tarif INA-CBGS, maka peserta BPJS Kesehatan kelas 3 tidak perlu membayar lagi.
 
Sekian tulisan dari pengertian pakar mengenai pengertian BPJS Kesehatan dan fasilitas BPJS Kesehatan, semoga tulisan pengertian pakar mengenai pengertian BPJS Kesehatan dan fasilitas BPJS Kesehatan dapat bermanfaat.
 

Sumber : Tulisan Pengertian Pakar :

www.bpjs-kesehatan.go.id
Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016
Gambar Pengertian BPJS Kesehatan dan Fasilitas BPJS Kesehatan
Gambar Pengertian BPJS Kesehatan dan Fasilitas BPJS Kesehatan